Tag Archive: Workshop


Laju pengembangan terhadap aplikasi di kalangan mahasiswa dan mahasiwi di wilayah Jawa Timur semakin menunjukkan geliat yang cukup menggembirakan. Hal ini tidak lepas dari tangan dingin rekan-rekan MUGI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada hari Sabtu 13 Juni 2010 menggelar sebuah acara yang bertajuk “Workshop Teknologi Microsoft Untuk Lembaga Intra Kampus.”

Beruntung sekali saya dan Cak Gondrong (Airlangga Bhumintara Amitaba, red) rupanya di import secara sukarela dari Surabaya untuk berbagi ilmu langsung dengan rekan-rekan MUGI Malang yang begitu antusias mempersiapkan workshop. Perjalanan kami berdua dikota yang suasananya begitu sejuk dan begitu banyak kejadian yang patut untuk dirangkum kedalam sebuah bingkai cerita. Jujur saja, perjalanan ini sebetulnya merupakan kebahagiaan bagi kami berdua, dan juga menjadi duka.

Kami merasa bahagia karena bisa dipercaya untuk berbagi bagi rekan-rekan MUGI UMM. Namun sedikit duka juga menyelimuti perasaan kami, sebab seharusnya acara ini juga rencana awalnya mendatangkan seorang narasumber dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang sekarang bisa dipanggil “bapak” (karena baru saja seminggu yang lalu menikah),  Fridy Mandita (Cak Kupret). Sayangnya beliau yang juga merupakan sesepuh MUGI Surabaya mesti melebarkan kepak sayap pengetahuannya untuk berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studi S2.

Ayo Baca Lanjutannya READ MORE

Advertisements

IMG_6519Beberapa waktu lalu rekan-rekan MUGI Lamongan yang digawangi oleh Cak Masykur Cs, mengadakan acara workshop yang bertajuk “Microsoft Technology Up Date”. Acara tersebut digelar pada hari Minggu, 30 Mei 2010 dan cukup mendapat perhatian publik yang memenuhi ruangan Universitas Islam Lamongan (UNISLA).

Dengan jumlah peserta yang tercatat lebih dari 128 orang, acara tersebut dihadiri dari beberapa kalangan. Mulai dari mahasiswa dan mahasiswi, praktisi dunia pendidikan, masyarakat umum, dan beberapa aktivis open source. Kesibukan panitia dalam menggelar acara tersebut telah terlihat beberapa hari sebelumnya, terlihat dari aktivitas promosi secara above the line maupun below the line. Padahal pada saat satu hari menjelang perhelatan kegiatan, hanya tercatat 70 orang peserta. Namun pada saat hari H acara dilaksanakan, para peserta yang mendadak mendaftar, jumlahnya membeludak cukup drastis, dan diluar prediksi.

Narasumber yang hadir untuk mengisi acara ini berasal dari rekan-rekan Mugi Surabaya, yaitu Cak Fridy Mandita, Cak Gondrong (Elang/Airlangga), dan Cak Ditya. Perjalanan dari Surabaya menuju Lamongan oleh para narasumber dimulai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 wib dan tiba di kota yang terkenal dengan Nasi Boranan pada pukul 08.00 wib menaiki bis antarkota dari terminal Bungurasih.

Ayo Baca Lanjutannya READ MORE

Untuk kali ini MUGI Regional Surabaya memberikan sesuatu yang berbeda dalam penyelenggaraan kegiatan. Salah satunya ialah laporan kegiatan yang biasanya dilakukan cukup cepat, namun karena padatnya aktivitas maka waktunya tanggal pelaporan juga semakin maju. Hal ini merupakan sebuah kemajuan yang lain dan berusaha memberikan sebuah nuansa yang berbeda.

image

Report awal sebelumnya telah ditulis oleh Raymon Engelbert di http://ucxrays.wordpress.com/2011/09/19/event-report-surabaya-exchange-2010-high-availability-workshop-17-september-2011/ . Hal menarik dalam kegiatan kali ini ialah antusiasme publik terhadap kegiatan yang notabene publikasinya dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Dengan waktu persiapan tidak sampai satu minggu!

Untungnya beberapa mitra yang telah menjadi Vendor Partner yaitu P.T Terra Indonesia yang diwakili oleh Bp. Yohanes Hari Widodo dengan support berupa  dua unit server Rainer. Serta Venue Partner dari PT.PP, Grosir Kapas Krampung, Plaza Pendidikan Indonesia Cerdas – Kapas Krampung Plaza, membuat kegiatan yang dilakukan pada Sabtu, 17 September 2010 dapat berlangsung dengan lancar.

Menariknya, acara ini diselenggarakan tanpa ada persiapan khusus. Hanya keinginan spontan dari narasumber untuk melakukan kunjungan dalam proses kegiatan berbagi pengetahuan. “Asal ada tempat yang representatif, dan ada peserta yang mau untuk terlibat. Maka saya mau kok datang ke Surabaya dengan sukarela,” tutur Raymond saat berkoordinasi dengan pihak panitia sebelum kegiatan dilaksanakan. Continue reading