Cukup menyenangkan mendengar kabar bahwa seorang rekan berhasil dalam memproduksi sebuah Antena Digital yang di klaim 100% TKDN (Total Kandungan Dalam Negeri). Fokok’e soal mengklaimnya ini yang bikin saya emeijing (baca: amaizing-red) tenan. Apalagi dengungan Jangan Berharap Pada Negara, yang penting tetap berkarya, inilah yang jadi MotivAsu para Jama’ah Tareqot Bengkel Fil’sesat binaan Syekh Iman Teguh Pribadi sebagai pengASU sebuah Pesantren di Kawasan Tebet Barat Dalam Jakarta. Apalagi saya kecipratan buat men-Trial produknya secara Geratis tis tis, dan makasih juga saya ucapken buat Nicodemus Yusenda dan bagian kurirnya yang mau dititipin buat anter kerumah. Serta mbah Pakdhe Shifu Gus Pur (AgusPurnomo) yang wall-nya dengan pasrah kadang saya acak-acak. Smile

Karena tehnik pemasarannya masih bertumpu pada Viral Marketing, aliyas ngomong ketemu omong di jagad dunia maya beserta media yang terkandung didalamnya, maka masih belum mengutamakan kaidah kemasan sebuah produk. Hal ini dimaklumi karena kuantitas produksi yang masih minim, dan biaya produksi kemasan juga makan biaya. Yang dalam hal ini kalo sementara ada yang bisa di irit, sementara ya di irit dulu.

Kenapa kok judulnya pakai Part I, bukan langsung sampai Finish?… Kalau soal ini jawabannya ada ditulisan yang saya kisahkan dibawah ini. Jadi harap dibaca sampai finish dan tuntas biar faham. Dijamin review ini netralitas terhadap produknya bisa dipertanggung jawabkan, walopun barangnya dikirim oleh pihak sponsor dan produsen. Dan hasil review bukanlah by order agar produk terlihat unggul.

Ditambah klaimnya oleh pria pecinta Kucing ini mengatakan bahwa ini adalah Antena Digital PERTAMA dengan kandungan 100% TKDN buatan pertama aseli dalem negeri dan rancangan asli ANAK BANGSAt!

PACKAGING

Dikirim sekitaran hari Kamis, 20 Agustus 2015 diatas jam 18.00 Wib, dengan kemasan kardus yang cukup sederhana. Nggak ada embel-embel merk apapun, semuanya warna coklat aja. Awalnya saya pikir wah ini pasti mahal dan niat. Wong kardusnya ajah yang 100% ngga ada bekas merk, biasanya kardus beginian harus modal. Lha gimana nggak ada merk-nya, ternyata itu kardus bekas merk minuman Akuwah yang dibalik biar bagian sisi dalamnya di taruh di bagian luar. Smile with tongue out Foto soal Kardus bagian dalam nggak saya muat, karena belom dapat iklan dari sponsor merk tersebut untuk Blog ini.

Nah, langkah Pertama ialah membuka kemasan kardus yang kayaknya udah di Re-Packing, tapi ini hanya dugaan sih (semoga saya salah). Dan pemandangan pertama yang saya temui hanyalah berupa sebuah pipa besi dan ada Catokan lengkap dengan beberapa bautnya (saya lupa namanya kalo istilah orang teknik), dan sebuah piringan bundar berwarna putih. Dan itu ada di tumpukan yang bagian atas, karena ada pembatas dalam packagingnya. Disini saya rada bingung, catokan yang model angker U tersebut fungsinya buat apa?.. Tapi pertanyaan tersebut akhirnya lenyap, akibat rasa penasaran keinginan membongkar lapisan kedua. Juga saat itu mikirnya, ‘ah paling ntar ada kertas petunjuknya.’

Dan setelah membuka lapisan pembatas, saya temukan sebuah wujud Antena Bundar dengan Body plastik warna putih ditengahnya. Dengan design sirip yang cukup unik, dan design inipun oleh desainernya saat di sosmed juga sempat dibanding-bandingkan dengan simbol Swastika. Serta sebuah pipa besi lagi, yang kali ini ukurannya agak besar dengan model L dan ada lempengan plat dengan empat buah lubang yang ada di tiap pojoknya. Saya juga bingung awalnya fungsi pipa ini untuk apa.

PERAKITAN

Dari cara merakit rupanya cukup simple. Saya sempat melupakan mencari manual book / kertas panduan perakitan yang biasanya ada dalam sebuah produk. Untuk sebuah model antenna duduk, maka cukup menyatukan antena pada posisi atas. Dihubungkan sebuah pipa besi, yang ditancapkan pada piringan putih bundar di bagian bawah sebagai tatakan. Dan hasilnya dapat dilihat pada gambar yang ada dibawah ini.

Tingkat presisi dudukan pada bodi antena – pipa – dan tatakan saya nyatakan sangat lumayan lah. Untuk produk yang coba di Trial ke pasar. Tingkat pergeseran antara body plastik dengan pipa juga minim, kecuali digeser secara paksa dan kasar. Juga adanya pengikat diantara sirip-sirip lewat sebuah kotak pengikat yang dibuat dari material plastik yang sama. Nilai plus disini adalah, biasanya untuk asesoris plastik pengikat di produk serupa, biasanya hanya sekedar syarat dan agak asal-asalan. Pada produk Antena ciptaan seekor, eehhh… seorang Bapak yang (sementara) hanya mampu menghasilkan satu anak perempuan ini, memiliki ketebalan yang cukup kokoh. Dan tidak gampang lepas, ataupun pecah.

Yang jadi pertanyaan saya kembali, apa fungsi pipa besi yang modelnya huruf L. Digambar diatas, saya sandingkan berdiri disebelah Antena. Juga apa fungsi Catokan yang disertakan dalam kiriman produknya. Setelah beberapa saat, disinilah saya coba bongkar lagi kardus kemasan untuk mencari kertas panduan perakitan ataupun buku manual panduan produk jika ada. Yang ternyata memang, Tidak Ada !!. Ini sisi Minus Pertama dari paket barang yang dikirim ke saya.

Akhirnya saya menemukan fungsi pipa besi tersebut. Ternjatah berfungsi juga sebagai holder / penahan Antena jika posisinya mau ditaruh secara tergantung. Soal media sambungannya ini bisa macam-macam. Kira-kira kalo nggak salah pakai, maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini.

Pertanyaan lanjutannya, fungsi Catokan tersebut, seberapa efektifkan ini jika pipa besinya ditempel pada dinding ?… Jika agak sedikit memaksa, maka harus ditancapkan paksa dengan menggunakan paku atau memakai baut runcing yang bisa menembus tembok atau media tempel lain selain tembok /  dinding. Sebaiknya produsen melengkapi asesoris tambahan ini, agar kegunaan produk lebih bisa berfungsi. Ini sisi Minus Kedua !

Proses terakhir sebelum mencapai tahap uji coba penerimaan frekuensi melalui antena tersebut. Saya coba intip lubang antenna yang disediakan. Memakai konektor yang cukup umum, dan ini harusnya ikut kategori Pig Tail. Wokeehh, cukup mudah buat orang awam yang nggak paham teknis seperti saya buat memasangnya.

Nah, proses penyambungan part by part sudah selesei. Tinggal menyambungkan kabel antennanya. Tapi… eeiittsss….. dimanakah kabel Antenna-nya?.. Karduspun kembali dibongkar, dan barangnya tetep Nggak Ada !!! Dan akhirnya proses uji coba gagal dilakukan. So, Minus Ketiga, Kabel sebagai komponen utama tidak disertakan. Ini proses Quality Control Pengiriman dalam strategi viral marketing adalah minus yang besar. Semoga hal ini merupakan kesalahan yang tidak disengaja.

Proses sejatinya pengujian harus termasuk bagian kabel yang menjadi standar satuan produk yang sudah bundling. Karena kualitas kabel yang digunakan juga berpengaruh terhadap kualitas gambar. Dan banyak yang tidak menyadari bahwa beberapa jenis kabel bahannya juga membantu dalam penerimaan frekuensi siaran.

Iseng – iseng sih, saya lihat konektor cowoknya rasanya mirip dengan type konektor TRSXL-6LMG(y14a). Jenis konektor yang biasa dipakai dikabel RG6. Tapi sebagai orang awam yang nggak ngerti soal kabel dan solder, jelas saya bingung gimana masangnya?… Butuh kabel berapa meter sebagai standartnya?… Kalaupun nemu kabelnya, bagaimana cara memasang konektornya?…. Mbuh lah..

Sebab dari pantauan saya di Sosmed, paket pembelian unit Antena ini akan disediakan beberapa Konektor. Mengantisipasi konektor kabel yang harus menancap di televisi typenya yang dikhawatirkan berbeda. Jadi ini semacam kayak universal plug in konektor. Dalam kasus ini, saya belum merasakan manfaat promo tersebut !! Open-mouthed smile Smile with tongue out

Sesuai janji saya kepada Mbah Iman sebage pencipta Antenna Omni DS sebage produk lokal. Maka nggak segan-segan saya bongkar dikit bagian boks antenna. Dan penampakannya seperti gambar dibawah ini :

Sangat simple sekali, cuman mikirnya sih, baut sama sekrupnya kira-kira produksi mana ya?… Lha wong baut sekarang aja rata-rata masih impor lho. Moga-moga ini produk lokal yang dijamin keasliannya. Bukan jaminan dibeli dari penjual baut lokal. Smile with tongue out

Boksnya sangat presisi (ini satu lagi positifnya). Dan sangat rapat, jadi berani rekomendasi soal kekuatannya. Juga ketebalan bahan material plastik injeksi yang digunakan, cukup rapi, bahkan jalur untuk plat antenanya juga pas. Ini ketahuan saat melihat fisiknya, kalo dimensinya nggak pas, maka proses perakitan Antena ini dijamin akan memakan korban. Eeehhh maksudnya memakan waktu yang lama. Dan cap pada tutup Boksnya itu lho, jian 100% Made In Indonesia !!

Proses pemasangan baut juga cukup presisi. Ada Dua buah lubang baut (pada gambar dibawah dilingkari warna merah), yang dipasang berdekatan dengan konektor. Kelebihannya, hal ini bisa menjaga beban konektor dengan tutup boks agar tidak mudah terlepas. Dan Boks antenna jadi lebih awet. Serta mampu awet menahan daya topang beban konektor jika ditambah kabel antenna yang nantinya menggantung pada body boks. Sedangkan Tiga baut yang lain, di desain sudah simetris untuk membagi beban tumpuan penutup boks. Seperti pada gambar dibawah.

Sedangkan lingkaran kuning sebanyak Empat buah, ini sebetulnya temuan yang rada mengganjal. Karena jika boks kembali ditutup rapat secara sempurna, maka terdapat empat buah lubang. Saya kurang memahami apakah lubang ini ada karena disengaja ?…. jika Iya, fungsinya apa ?… sebagai ventilasi juga nggak mungkin. Atau ini titik simetris Mal (cetakan) moulding mesin injeksi plastiknya?.. atau bagaimana !! Atau ini jadi misteri alam Fil-sesat… semoga jawabannya terpecahkan.

KESIMPULAN

Dengan design yang baru, maka antena ini cukup atraktif menghibur mata. Dari hasil pengujiannya, maka sinyal dan kejernihan gambar channel  Televisi masih NOL Besar !! Lha gimana mau nyoba, kabel antennanya aja nggak ada. Jadi saya belum bisa review hasil tangkapan siaran.

Minus yang ada kemungkinan bisa jadi dalam paket yang dikirim ke Surabaya, pas mungkin barangnya ada, tapi untuk yang nyampai ke saya nggak genap. Mungkin pas buat dipakai yang lain. Positif thinking dulu laaaahh….

Diharapkan walaupun mungkin beberapa produk yang digunakan sebagai bahan review, semoga memiliki kelengkapan yang sama seperti yang dijual bagi publik. Karena ini terkait strategi marketing yang dijalankan. Demikian sedikit review dari saya yang pertama, sambil berdoa, kali aja ada kiriman kabel yang nyasar kerumah. Dan semoga antena digitalnya semakin sukses dan berinovasi. Amin, Allahumma Amin. (dty/*)