Image(417)Surabaya, Beberapa waktu lalu penulis mendapat undangan di acara Gathering distributor produk kesehatan untuk memberikan edukasi. Kebetulan acara dilaksanakan 22 April 2012, hall 3A Restauran Karaoke Nur Pacific Jl. Gubeng Surabaya.

Sebagai KulinerHolic tentunya nggak afdol kalo pengalaman incipnya di share. Dengan penyajian gaya Chineese Cuisine dengan pola makan di meja bundar, maka ada 6 (enam) set menu yang bisa dinikmati sebagai KulinerHolic.

Menu pertama yang disajikan ialah Soup Jagung Telur Kepiting. Bagi penulis, soup ini jawara dari 6 daftar menu yang disajikan. Karena tersaji dalam kondis hangat, jagungnya juga cukup fresh dan manis. Sayangnya sensasi rasa telur kepitingnya kalah dengan volume asparagus yang ada didalamnya.

Rasanya cukup gurih dan terasa hangat di badan, apalagi ruangannya cukup dingin. Bagi yang merasa kurang asin, disediakan kecap asin dalam cawan kecil. Didalam sup juga terkandung banyak telur yang dimasak dengan cara di tuang dan dikocok dalam sup selagi panas.

Sayangnya, karena penyajiannya menggunakan metoda Chineese Cuisine, harusnya disediakan teh hangat sebagai minuman pembuka. Namun justru pelayan memberikan pilihan soft drink atau air putih sepuasnya.

Image(418)Menu berikutnya ialah Tami 8 Rasa. Maksudnya ialah Tami yang diolah dengan rasa nano-nano kalo menurut penulis. Jadi mie yang digoreng, lalu disiram dengan kuah dengan dengan paduan 8 rasa. Hiasan pada menu ini adalah telur puyuh yang digoreng berwarna merah, udang, baso, kekian, dan sayuran khas Tami. Sayangnya kuah yang disiram pada Tami kurang merata.

Menu berikutnya Ayam Goreng Pacific. Sekilas sih penulis lihat persis banget dengan menu bebek peking, hanya saja ini adalah ayam. Model penyajiannya persis dengan bebek peking, dimana ayam dipanggang kering, lalu dipotong-potong. Namun tetap tertata dalam piring dengan didampingi irisan jeruk limau untuk menetralkan rasa amis.

Rasanya Ayam juga tidak terlalu spesial, bumbu kurang meresap dalam masakan. Dan tidak tersedia wadah bagi KulinerHolic guna menaruh sementara tulang belulang daging ayam. Apalagi mangkuk sup yang bisa digunakan sebagai wadah tulang, dalam model setup Chineese Cuisine sudah diangkat untuk dibersihkan (clear up) dari meja oleh para pelayan. Padahal pengunjung banyak yang kurang memahami tata cara makan model tersebut.

Image(419)Menu lanjutannya ialah Gurami Asam Manis. Untuk set meja bundar bagi porsi 10 orang, ukuran ikannya kurang besar !! Untungnya meja yang diduduki penulis hanya diisi 6 orang. Rasa saus asam pada Gurami juga tidak ada yang istimewa.

Cara memotong dan membelah daging gurami, bagi pecinta kuliner kurang memiliki cita rasa seni. Bumbu yang menyerap pada daging gurami untungnya bisa membantu memberi penilaian baik pada menu ini.

Diatas Gurami juga ditaburi rajangan bawang bombay, guna memperkuat cita rasa saus. Biasanya pada menu Gurami, saus asam manis bisa juga disajikan secara terpisah. Tujuannya untuk mempertahankan sensasi crispy gorengan gurami.

Image(420)Dalam tradisi penyajian masakan cina, nasi goreng selalu tidak pernah ketinggalan untuk dihidangkan. Nasi Goreng Merah menjadi bagian set menu pada penyajian set menu kuliner hari itu. Bagi penulis menu sajian Nasi Goreng Merah hari tersebut berada dalm ranking mengecewakan untuk penyajian di sebuah rumah makan kondang.

Nasi digoreng biasa dengan beragam aneka saus rasa dan saos tomat sebagai pembangkit warna. Sayangnya rasa bumbu kurang terasa. Hiasan telur orak arik yang bercampur di nasi, juga kurang merata. Dan saat disajikan di meja sudah dalam kondisi dingin, sehingga kurang mengundang cita rasa para KulinerHolic untuk mencicipinya.

Image(425)Yang terakhir sebagai penutup manis yang menurut penulis juga sangat menyegarkan ialah Fresh Fruit Platter. Ada tiga buah yang tersaji dalam piring saji, yaitu pepaya, melon, dan semangka. Semua tersaji dalam potongan yang tertata dan tanpa kulit.

Sehingga memudahkan para KulinerHolic untuk menikmatinya. Karena pola penyajiannya ambil sendiri, maka menu ini harus dinikmati dengan ramai-ramai mengambilnya bersama penikmat lain disatu meja. Rasa manis pada buah bisa memberikan sensasi kesegaran sebagai makanan penutup, sehingga sayang jika dilewatkan.

Sekedar saran, karena pola penyajian Chineese Cuisins menerapkan pola layanan sendiri, maka KulinerHolic jangan ragu-ragu mengambil makanan di piring saji. Karena di R.M Nur Pacific juga terdapat layanan karaoke, maka jangan heran jika pengunjung bisa mendengarkan suara orang bernyanyi.

Secara keseluruhan, memang harus ada pramusaji yang mendampingi para KulinerHolic, mengingat pola Chineese Cuisins tidak sepenuhnya dipahami pengunjung. Apalagi saat acara tersebut berlangsung didominasi masyarakat yang kurang memahami gaya saji meja bundar (round table). (ditya)