tuban 4 TUBAN 23 – 24 MEI 2011

Teman sebelum tidur, sebotol Legen Dingin seger yang MakNyusss… disadap langsung dari pohon Nira (siwalan) rasanya menyejukkan, dibeli langsung dari desanya. Sekitar 5 Kilometer dari kota Tuban. Tapi awas, kalo yang masih asli, harus hari itu juga diminum sampai habis. Jika tidak, akan mejadi minuman memabukkan dan lebih dikenal dengan nama Tuak..!!

Sebetulnya rasa minuman ini agak sedikit memiliki sensasi bagaikan minum  minuman bersoda. dengan kecenderungan rasa asam asam dan manis. Menurut penduduk lokal yang memberikan penulis sajian minuman ini, pengaruh mengkonsumsi legen membuat penyakit batu ginjal enggan menghampiri tubuh. Apalagi ini sudah menjadi minuman rakyat di daerah Tuban.

Iseng-iseng saat dipagi hari, penulis berjalan-jalan dan mampir disebuah warung ditengah areal persawahan. Para petani yang mampir diwarung tersebut selalu mengkonsumsi legen. Karena selalu ada legen segar yang dijual dalam botol kaca. Uniknya, legen juga bisa dicampurkan dengan serbuk minuman seperti Marimas, Nutrisari, atau bahkan semacam Extra Joss, Hemaviton, dan sebagainya.

Suasana pagi yang segar, angin sepoi sepoi, serta minum legen ditengah sawah diiringi kudapan ringan seperti gorengan tahu isi, ote-ote, dan sebagainya, membuat suasana terasa gayeng. Apalagi sambil melihat buih busa dari Legen yang ada di pucuk botol yang ditutup dengan gulungan daun pisang.

Yang jelas, Legen Dingin, memang segaarrr. (Ditya)