image Indonesia merupakan salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang memiliki peranan penting dalam bidang ekonomi. Namun sayangnya saat ini, sebagai salah satu bangsa yang cukup besar, laju perekonomiannya berjalan cukup lambat. Beragam inovasi cerdas dan bernilai ekonomis berhasil diciptakan, namun sering kali kurang memiliki nilai yang lebih.

Inovasi pengembangan perekonomian di Indonesia salah satunya ialah pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kini giat digalakkan oleh pemerintah. Beragam program bantuan keuangan bidang permodalan untuk menjalankan usaha, baik kredit mikro ataupun makro disalurkan melalui perbankan. Dan mayoritas pengusaha hanya terfokus pada pengembangan modal berpusat pada investasi bahan baku usaha guna menaikkan volume produksi, agar bisa memproduksi barang dalam jumlah besar dan harganya murah dan lebih ke arah kuantitas. Pengusaha sering melupakan aspek penting dalam strategi pengefektifan penjualan terhadap jumlah produksi yang ada.

Dilema yang sering dihadapi para pengusaha ialah banyak yang kurang modal untuk meningkatkan volume usaha. Namun disaat dana tersebut tersedia, secara perlahan penyerapan pasar justru mendadak berkurang karena kejenuhan volume barang dipasaran. Akibat tindakan para pengusaha yang terfokus pada invetasi produksi bukannya keuntungan yang didapat, justru kerugiaan yang didapat karena tenggat membayar hutang bank yang menjadi beban.

Saat ini solusi yang terbaik justru dikembangkan para pengusaha yang mampu berpikir dan bertindak strategis. Tidak hanya mengandalkan proses penjualan secara konvensional, tetapi lebih memanfaatkan peranan teknologi sebagai penunjang pemasaran. Pembiayaan pengembangan usaha oleh para pelaku UKM, saat ini lebih diarahkan pada peningkatan kemampuan investasi teknologi dan investasi produksi. Dalam pengembangan usaha seperti ini, maka ada dua pihak pengusaha yang diuntungkan. Pertama para pelaku usaha UKM yang ada sebagai pengguna. Kedua para pelaku usaha distributor perangkat teknologi sebagai penjual perangkat aktifitas para pelaku penggiat UKM.

Para pelaku UKM saat ini telah sadar bahwa terus menerus menciptakan inovasi produk dan volume produksi, tanpa bisa melakukan kegiatan pemasaran yang efektif hanya akan menambah beban pengusaha. Salah satu inovasi dari para pelaku UKM Jawa Timur ialah melakukan pengembangan kegiatan usaha yang berbasis teknologi. Diantaranya ialah para pelaku usaha yang ada dalam Forum Daerah Usaha Kecil Dan Menengah (FORDA UKM) Jawa Timur, serta Asosiasi Telecenter Jawa Timur.

Pengembangan pemasaran lewat strategi online kini menjadi andalan para pelaku di unit Telecenter yang ada dihampir seluruh Kabupaten di Jawa Timur. Bahkan secara bertahap dalam sebuah Kabupaten terdapat jejaring data dan pelaku usaha lewat jejaring UKMnet yang juga mendapat perhatian dari P.T Microsoft Indonesia selaku salah satu vendor teknologi terkemuka.

Beberapa solusi bisnis bagi pelaku UKM ialah menggunakan pemanfaatan aplikasi gratis yang ada dalam teknologi Cloud. Diantaranya ialah penggunaan Office Live dan Windows Live, sebagai sarana software gratis yang sah, legal dan halal.

Salah satu keluhan para pelaku UKM ialah proses komunikasi dan pelaporan dalam jejaring komunikasi di asosiasi yang ada. Lewat Office Live, maka proses pelaporan bisa dilakukan dengan aplikasi Office yang gratis dan tidak perlu membeli lisensi. Dan prosesnya bisa dilakukan dimana saja, hal ini menguntungkan para pelaku usaha yang menginginkan sebuah laporan pertumbuhan bisnisnya, namun memiliki lebih dari satu tempat usaha di kota atau lokasi yang berbeda.

Solusi kegiatan promosi juga dapat dilakukan secara online, yang saat ini menjadi salah satu ujung tombak penjualan. Pemanfaatan media promosi web dan blog menjadi sarana promosi murah dan cenderung gratis. Para pengusaha cukup menggunakan aplikasi Windows Live sebagai perkakas yang bisa digunakan dalam melakukan update (pembaharuan) informasi usaha lewat sebuah halaman informasi resmi pelaku usaha di Internet.

Kenyataanya lewat internet informasi produk UKM akhirnya lebih cepat diketahui para investor dan pembeli dari dalam dan luar negeri. Ragam informasi bisa di kategorikan, dan sesama pengusaha bisa saling membantu proses penjualan dalam satu buah media informasi. Pembeli bisa berinteraksi dengan penjual tanpa terhalang oleh jarak.

"Saya bahkan pernah mengirim kapsul tokek kering ke Malaysia, dan beberapa kota di Indonesia. Gara – gara menginformasikan produk UKM Probolinggo dihalaman website Internet," ungkap Yanto Wicaksono yang menjabat sebagai Manajer Bromo Telecenter.

Pria yang juga selaku koordinator UKM Probolinggo ini seringkali harus kewalahan mencari para pelaku usaha pada jenis usaha tertentu, akibat permintaan pasar terhadap salah satu produk. Yanto mengakui bahwa pemanfaatan teknologi juga membantu para pengusaha agar tertantang berinovasi menciptakan produk yang berkualitas dan diterima oleh standart pasar domestik dan internasional. Dan disisi lain, inovasi penggunaan teknologi juga mampu memberikan dampak terhadap pemerataan kualitas dan peluang ekonomi.

Bagi para pelaku usaha dibidang penjualan dan pengembangan perangkat teknologi. Hal ini harus dianggap sebagai salah satu ceruk pasar yang berpotensi. Karakteristik para pelaku UKM ialah menginginkan teknologi baik hardware dan software yang bisa menjadi solusi murah. Dengan semakin majunya usaha para penggiat UKM, maka kemandirian untuk berinvestasi dibidang Hardware yang bisa meningkatkan efisiensi usaha merupakan sebuah keharusan. Namun sayangnya tidak semua pelaku bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Dibutuhkan kemauan agar para vendor teknologi bisa menciptakan solusi murah dan praktis yang menguntungkan bagi sebuah unit usaha. Dan merupakan sebuah solusi pemanfaatan produk teknologi yang bisa dengan murah, dan mudah untuk digunakan. Hal lain yang tidak kalah untuk diperhatikan ialah pembelian layanan purna jual terhadap produk teknologi yang berhasil dijual.

Mayoritas para distributor baik agen atau retail barang teknologi hanya berbondong – bondong menjual produknya untuk mengejar omzet. Namun tidak memperhatikan kebutuhan konsumen setelah membeli produknya. Dalam hal ini, para pelaku UKM harus mendapatkan nilai lebih dalam membeli sebuah produk teknologi. Tidak jarang banyak aplikasi ataupun hardware yang terbengkalai karena para pelaku terjebak dalam euphoria menggunakan sebuah teknologi namun tidak tahu pemanfaatan secara maksimal.

Layanan adalah sebuah usaha, merupakan kata kunci untuk sebuah solusi pilihan tepat dalam melakukan sinergi bagi pengembang bisnis teknologi dengan para penggiat UKM. Seringkali penjual pengembang bisnis piranti keras komputer, seringkali kesulitan memberikan solusi penggunaan aplikasi yang gratis dan murah seperti Office Live dan Windows Live. Karena hanya bisa menjual produk fisik saja.

Pertimbangan yang utama ialah masalah waktu yang harus disediakan dalam melakukan proses pembelajaran. Selain itu banyak para pengusaha bidang teknologi tidak menyiapkan para pelatih yang bisa membimbing pelaku UKM dalam memanfaatkan teknologi yang telah dibelinya. Padahal yang utama selain memiliki sebuah produk, ialah bisa memanfaatkan produk tersebut agar memiliki nilai ekonomis dan manfaat yang lebih. Mengatasi hal tersebut sebetulnya merupakan hal yang cukup mudah.

Kerjasama tambahan dengan komunitas bisa menjadi sebuah solusi, misalnya dengan para relawan TIK yang ada di setiap provinsi. Bahkan komunitas pengembang dan belajar yang salah satunya tergabung dalam Microsoft User Group Indonesia, terdiri para relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang bisa menjadi sebuah jembatan solusi antara Produsen, Pengembang, dan Pengguna teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kegiatan lintas Komunitas menjadi salah satu wahana yang tepat dalam kerjasama interaksi diantara para pelaku usaha. Bahkan lewat komunitas, para pelaku UKM bisa mendapatkan kegiatan pelatihan penguasaan teknologi yang dijual oleh para pelaku usaha dibidang Teknologi yang mayoritas membundling teknologi Microsoft didalamnya.

Jadi dengan solusi tersebut, para pelaku UKM sebagai segmentasi penyerapan produk dari para produsen pengembang usaha dibidang teknologi bisa teratasi. Dengan meningkatnya kemampuan penggunaan dan pemanfaatan produk T.I bagi calon konsumen pengguna produk teknologi. Tentunya penyerapan produk dan distribusi bisnis komputer bisa semakin tinggi.

Bagi pihak pengusaha kecil, investasi yang dikeluarkan sebagai anggaran belanja teknologi bisa bermanfaat bagi pengembangan bisnisnya. Dan berdampak efisiensi kerja, serta bisa membuka peluang kesempatan kerja dan usaha jauh lebih besar. Serta peluang peningkatan dari sisi perekonomian.

Dengan adanya sebuah jalinan kerjasama yang bersinergi, maka hambatan dalam memajukan perekonomian bisa diatasi dengan cukup mudah. Sehingga masalah perekonomian dan hal lain dalam dunia usaha terutama di sektor UKM Indonesia bisa diatasi dengan cukup mudah dan sederhana. Serta angka pertumbuhan bisnis akhirnya bisa menuju ke gambaran perolehan keuntungan yang ideal. (BSN-Ditya)

Foto :Seminar Pelatihan & Diskusi Bisnis GROWING FAST WITH UKMNET pembicara DEON OSWARI – Partner Teritory Manager, Microsoft Indonesia