Laju pengembangan terhadap aplikasi di kalangan mahasiswa dan mahasiwi di wilayah Jawa Timur semakin menunjukkan geliat yang cukup menggembirakan. Hal ini tidak lepas dari tangan dingin rekan-rekan MUGI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada hari Sabtu 13 Juni 2010 menggelar sebuah acara yang bertajuk “Workshop Teknologi Microsoft Untuk Lembaga Intra Kampus.”

Beruntung sekali saya dan Cak Gondrong (Airlangga Bhumintara Amitaba, red) rupanya di import secara sukarela dari Surabaya untuk berbagi ilmu langsung dengan rekan-rekan MUGI Malang yang begitu antusias mempersiapkan workshop. Perjalanan kami berdua dikota yang suasananya begitu sejuk dan begitu banyak kejadian yang patut untuk dirangkum kedalam sebuah bingkai cerita. Jujur saja, perjalanan ini sebetulnya merupakan kebahagiaan bagi kami berdua, dan juga menjadi duka.

Kami merasa bahagia karena bisa dipercaya untuk berbagi bagi rekan-rekan MUGI UMM. Namun sedikit duka juga menyelimuti perasaan kami, sebab seharusnya acara ini juga rencana awalnya mendatangkan seorang narasumber dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang sekarang bisa dipanggil “bapak” (karena baru saja seminggu yang lalu menikah),  Fridy Mandita (Cak Kupret). Sayangnya beliau yang juga merupakan sesepuh MUGI Surabaya mesti melebarkan kepak sayap pengetahuannya untuk berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studi S2.

Perjalanan kami berdua dari Surabaya menuju Malang dilaksanakan dalam kondisi badan yang sebetulnya kurang fit pada petang hari 12 Juni 2010. Maklum, saya sendiri juga habis sedikit ada project membantu teman untuk melakukan proses Lay Out buku panduan sebanyak 24 halaman dan kurang tidur selama beberapa hari. Sedangkan Cak Gondrong juga mengalami nasib yang serupa, beberapa hari ini kurang istirahat karena sibuk “menjamu’ tamu, dan mempelototi tarian huruf dan angka sebuah project.

Namun, rasa lelah kami langsung sirna saat menginjakkan kaki di Bumi Wisata Malang tepatnya ketika turun dari bis kota di Terminal Arjosari. Udara sejuk menerpa wajah kami, seolah-olah menyambut kedatangan dua orang pengelana dari negeri seberang (soalnya mengarungi lumpur lapindo).  Penantian kami di Terminal Arjosari juga tidak terlalu lama, beberapa saat setelah kami turun dari bis, serta menyempatkan diri untuk menikmati segelas wedang teh manis, akhirnya kamipun dijemput oleh para ksatria MUGI UMM untuk segera meluncur dikampus UMM. Dan kali ini walaupun dengan motor saya cukup sedikit lega, karena budaya safety riding dengan membawakan helm untuk dikenakan penumpang tambahan telah dipersiapkan.

Apakah kami setelah tiba dari lokasi drop zone bisa langsung beristirahat..???

Ternyata tidak, alhasil saat kami tiba di UMM rencananya ingin mengadakan sedikit acara coaching clinic kepada rekan-rekan UMM. Namun rupanya kami beserta para punggawa Mugi UMM, harus sedikit melakukan pembenahan terhadap fasilitas komputer yang ada pada ruang laboratorium, agar dapat secara lebih layak bisa digunakan workshop. Berhubung kondisi semangat masih cukup tinggi, dan badan masih ‘agak’ sedikit fit, maka urusan pembenahan pun dikerjakan rame-rame sehingga proses finising bisa berlangsung dengan lancar. Bahkan tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat dan menunjukkan jam 02.00 pagi (wib).

IMG_6645 IMG_6646

Foto: Kiri: Cak gondrong menggelar lapak mempersiapkan perangkat software bagi lab. Kanan: Ksatria Mugi UMM, Cak Robby dkk, yang juga turut hands on the lab menangani persiapan komputer lab.

Uniknya seusai menangani perangkat lab, perjalanan kami menuju tempat peristirahatan juga disambut dengan sedikit rasa kagum. Kami tidak menyangka jika rupanya harus bertempat tinggal disebuah asrama kampus diwilayah Universitas Brawijaya. Padahal Cak Gondrong telah mempersiapkan diri untuk membumi dengan menyiapkan diri dengan perangkat survival tools. Sungguh sebuah lokasi dengan point of view yang begitu menakjubkan saat tiba dilokasi peraduan pukul 03.00 wib.

Setelah beristirahat selama beberapa jam, saya dan Cak Gondrong akhirnya mempersiapkan diri untuk menuju UMM. Pagi yang cerah dan dan disambut sinar mentari yang bersinar hangat, seolah-olah menyambut kedatangan kami dengan suasana gembira. Apalagi saat rekan-rekan Mugi UMM datang untuk menjemput kami, serta selama perjalanan melewati rute yang dipenuhi pemandangan yang ‘bening-bening’.

Kedatangan kami menuju lokasi perhelatan acara sebetulnya juga sedikit terlambat, karena acara ternyata telah dimulai oleh Cak Robby dan Cak Titok yang memberikan materi “Office Integration”. Untuk kali ini, walaupun datangnya agak terlambat, tapi kami senang, karena rekan-rekan di UMM sudah mulai menguasai kemampuan berbicara didepan umum, yang istilah kerennya sih ‘public speaking’.

IMG_6648 IMG_6651

 

 

 

 

 

 

 

 

Kejutan juga datang dari peserta, diantara dari daftar nama yang hadir, beberapa tampak cukup familiar, namun juga ada yang mencurigakan. Rupanya selain dihadiri peserta dari kalangan umum dan internal Mugi UMM, rekan-rekan dari Mugi Lamongan dan Mugi MaChung juga hadir dalam acara workshop. Bahkan salah satu peserta dari Lamongan datang dengan menjinjing laptop barunya dan sengaja untuk dipamerkan di Malang. Sayapun baru sadar, bahwa laptop ini merupakan hasil perburuan Cak Masykur (Mugi Lamongan) bersama Cak Gondrong sehari sebelumnya di Surabaya, namun kami tidak mengetahui siapa pengguna dan pemilik sesungguhnya saat itu.

IMG_6649 IMG_6655

Suasana workshop seiiring waktu berjalan, suasana juga semakin menghangat. Apalagi setelah Cak Titok dan Cak Robby turun panggung, secara estafet digantikan oleh Cak Gondrong yang langsung manggung diatas pentas dengan membawakan dua materi sekaligus dan tergolong kelas berat. Materi ini cukup menarik minat para peserta workshop, yaitu”Web Programming with VS 2008 Express” dan “Expression Studio”.

Apalagi disela-sela acara, diskusi secara spontan lewat proses tanya jawab juga berlangsung dengan seru. perdebatan antara pembicara dan audience berlangsung secara interaktif. Pertanyaan cukup tajam sering dilontarkan oleh rekan-rekan dari Mugi MaChung, yang merupakan hasil polesan dan kerja keras Cak Sultam. Untuk yang satu bahkan Cak Gondrong mengakui proses pemahaman rekan-rekan Mugi Machung, apalagi mentor mereka di Malang sebetulnya awalnya adalah aktivis setia Mugi Surabaya, hanya saja harus pindah bekerja di Malang. “Pokoknya kalau hasil polesan Cak Sultam, udah gak usah diragukan lagi. Beliau itu merupakan sesepuh senior yang selalu memberikan ilmu secara berbobot dan hasilnya selalu bikin saya terkejut,” ungkap Cak Gondrong.

IMG_6658 IMG_6656

IMG_6662

Atas kebawah: 1. Diskusi Cak Gondrong dengan peserta workshop.  . .2. Action Cak Gondrong diatas panggung. . .3. Gayanya mirip salah satu dedengkot MUGI Jawa Barat, kira-kira siapa yaaa….?? Jadilah orang yang pertama (Firstman) untuk menebak.

Saat acara berlangsung, seperti biasa agar lebih interaktif maka beberapa peserta selalu ada yang bersedia untuk melakukan demo hasil uji coba software diatas panggung. Untuk kali ini Cak Farid sebagai koordinator Mugi Malang rupanya muncul dengan semangat melakukan aktifitas melakukan pengambilan gambar terhadap peserta workshop yang hasilnya cukup membuat mata segar. “Aku jadi tukang foo aja deh, lumayan banyak moment menarik bisa saya intip lewat kamera’, ujar jejaka yang ngakunya masih jomblo.

IMG_6660 IMG_6661

IMG_6673

Atas kebawah: Foto 1 dan 2 : Cak farid berkaus merah, beraksi dengan kameranya. . . Foto 3: Hasil bidikan Cak Farid saat interaksi peserta menguji aplikasi Visual Studio diatas panggung menggunakan laptop Cak Gondrong.

Akhirnya usai sesi Cak Gondrong yang berlangsung cukup lama, akhirnya saya pun naik keatas panggung menggantikan Cak Gondrong. Kali ini saya membawakan materi “Design Concept and Foundation”. Materi ini memang saya kemas secara khusus, karena rekan-rekan Mugi UMM mencoba untuk mengikuti lomba Gemastik, semacam lomba pembuatan website. Sesi inipun juga menjadi sebuah moment penting bagi kami di Mugi Surabaya, rupanya masih banyak rekan-rekan yang kurang mempelajari akan pentingnya sebuah pengetahuan desain komunikasi visual. Hal ini terlihat dari materi ringan yang saya bawakan, merupakan sebuah pengetahuan baru dan banyak yang baru saja mengenalnya. Bahkan saat saya memaksa agar peserta memberikan pertanyaan, hanya ada beberapa pertanyaan saja yang terlontar.

Untuk menambah kehangatan acara, maka seorang peserta juga saya culik keatas panggung untuk semakin interaktif dalam memahami pesan-pesan yang saya sampaikan. Walaupun pada materi telah banyak tersisip contoh-contoh karya jawara dari luar negeri yang saya presentasikan, dan bisa menjadi wawasan baru. Untuk sesi ini, panitia bahkan tidak melakukan aktifitas apapun dan serius memahami informasi dalam sesi, maklum Cak Titok, Cak Robby dkk, adalah termasuk golongan peserta lomba Gemastik.

IMG_6664 IMG_6665Atas kebawah: Foto 1: Saya memberikan presentasi karya desain komunikasi visual. .  2. Sedikit interaksi panggung dengan peserta dari Mugi Lamongan

Disesi akhir presentasi, beberapa pertanyaan bagi peserta, saya lontarkan dengan hadiah kecil dan menarik. Sebuah pertanyaan sederhana dan dasar mengenai pemahaman bagi seorang programer dan desainer. Sayangnya tidak ada satupun peserta workshop yang bisa dengan sukses menjawabnya. Apalagi saat itu Cak Gondrong telah sukarela akan memberikan sebuah Palm Treo miliknya dan Handphone Samsung, bagi peserta yang bisa memberikan sebuah jawaban yang paling pas dan tidak memiliki kesalahan. Sayangnya tidak ada satupun peserta dan juga dari panitia yang bisa sukses menjawab pertanyaan tersebut.

IMG_6656 IMG_6663

IMG_6667 IMG_6670

Namun waktu yang disediakan di UMM selama hampir 12 jam dari pihak kampus rupanya masih dirasa kurang. Padahal pembahasan secara lebih mendalam terhadap materi masih menimbulkan rasa ingin tahu. Banyak hal menarik bisa ditimba para peserta workshop, apalagi dikemas secara interaktif dan tidak membuat bosan. Hal ini tampak saat akhir kegiatan, masih ada beberapa peserta yang berkonsultasi secara lebih dalam.

Akan tetapi waktu terus berjalan dan hari semakin larut malam, kamipun juga harus segera kembali menuju kota Pahlawan Surabaya. Cerita bersejarah telah kembali diukir Mugi UMM dalam memberikan sebuah kegiatan yang bisa memberikan pencerahan bagi semua orang yang ingin berkembang lebih maju. Dan hanya waktu jualah yang bisa mengakhiri.

Tidak lupa sebelum pulang, saya, Cak Gondrong, Cak Farid dan Cak Robby, yang mengantar kepulangan kami ke stasiun, menyempatkan diri untuk menikmati semangkuk bakso disalah satu Kedai bakso yang terkenal di kota Malang. Suasana yang sejuk dan hangatnya bakso, serta topik pembicaraan dikedai bakso sambil menikmati suguhan pemandangan juga membuat kami sebetulnya enggan untuk cepat-cepat meninggalkan kota Malang.

IMG_6674 IMG_6675

IMG_6677

Selamat buat rekan-rekan MUGI Universitas Muhammadiyah Malang. Semoga semakin mantab jaya. Dan ingat “SALAM SENGKRING – SENGKRING..!!” (dty/*)

. . .

Postingan awal di : http://mugi.or.id/blogs/ditya_rs/archive/2010/06/13/workshop-teknologi-microsoft-untuk-lembaga-intra-kampus.aspx